Minggu, Pleno KPU

coblos

KOTAMOBAGU – Setelah terjadi perdebatan panjang pada rapat lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, Sabtu (19/04/14) malam, akhirnya diputuskan pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara pemilu legislatif (pileg) akan digelar Minggu (20/04/14) siang.

“Dengan mempertimbangkan banyak hal kami terpaksa mempercepat pelaksanaan Pleno dari jadwal Senin (21/04/14) sebagaimana edaran yang disampaikan KPU RI bahwa pleno KPU Kabupaten/Kota selambatnya tanggal 21 April,” ujar Nayodo Koerniawan, Ketua KPU Kotamobagu kepada para wartawan.

Menurut Nayodo, sebenarnya KPU Kotamobagu sangat berat untuk menggelar Pleno pada Minggu bsok, mengingat banyak hal yang belum tuntas, diantaranya scanner yang belum mencapai 100 persen.

“Setelah berkonsultasi dengan KPU Provinsi Sulawesi Utara, maka kami sepakat untuk mempercepat pleno. Pertimbangannya pada hari Senin sudah ada rakor pembahasan jadwal tahapan pilpres dan Selasa memasuki Pleno rekapitulasi tingkat Provinsi,” kata Nayodo yang semalam didampingi empat komisioner: Nova Tamon, Asep Sabar, Iwan Manoppo, Aditya Tegela, dan sekretaris KPU, Agung Adati.

Dalam kesempatan itu Agung menambahkan bahwa mala mini juga pihaknya sudah memerintahkan staf untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk menyebarkan undangan ke partai politik maupun panitia pengawas pemilu (panwaslu).

“Mudah-mudahan saja tidak ada hambatan apa-apa dan pleno akan berjalan dengan baik. Kami juga sudah meminta aparat keamanan yang terdiri dari kepolisian dan TNI untuk sama-sama mengamankan lokasi pleno mulai bsok pagi,” pungkas Agung. (**)

D-1 Belum Lengkap, Pleno Molor

penghitungan

KOTAMOBAGU – Masih banyaknya form yang harus diisi pasca pleno ditingkat kecamatan membuat pleno KPU Kotamobagu yang sedianya digelar Sabtu (18/04/14) ditunda sehari.

Menurut Sekretaris KPU Kotamobagu, Agung Adati, desa dan kelurahan di Kecamatan Kotamobagu Utara yang belum beres sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara dari setiap tempat pemungutan suara (TPS).

“Karena itu Sabtu besok kami mengundang panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) plus para panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk kembali bertemu dan melakukan penghitungan secara bersama-sama,” jelas Agung di ruang kerjanya, Jumat (18/04/14).

Masih kata Agung, sertifikat atau yang lebih dikenal dengan istilah formulir D-1 itu pengisiannya harus teliti dan angka-angka jumlahnya tidak boleh berbeda. “Jadi kalau ada selisih berkurang atau lebih, maka harus dicek kembali. Ini mungkin yang membuat PPS dan PPK agak sedikit pusing, sehingga harus dilakukan penghitungan ulang.” (**)

Pilres, DPT Dimutakhirkan Lagi

pencoblosan

KOTAMOBAGU – Sembari melakukan tahapan penghitungan dan perekapan suara hasil pemilihan legislatif (pileg), Komisi Pemilihan Umum Kotamobagu mulai memutakhirkan data pemilih pemilihan presiden (pilpres).

“Pemutakhiran ini tetap menggunakan data pileg kemarin, terutama untuk pemutakhiran DPTb (Daftar Pemilih Tambahan), DPK (Daftar Pemilih Khusus), DPKTb (Daftar Pemilih Tambahan Khusus) dan pemilih baru pasca Pemilu 9 April 2014,” kata Asep Sabar, komisioner KPU yang membidangi data informasi, Jumat (18/04/14).

Sesuai tahapan, kata Asep, tanggal 21 April sampai 10 Mei akan dilakukan pendataan pemilih pemula yang berusia 17 tahun pada tanggal 10 Mei sampai 9 Juli 2014. “Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) hasil pemutakhiran data dilakukan pada tanggal 11 sampai 12 Mei, sedangkan pengumuman DPS dilaksanakan tanggal 13-19 Mei. Sementara itu, masukan dan tanggapan dari masyarakat mulai tanggal 20-26 Mei 2014.”

Asep menambahkan, perubahan DPS hasil pemutakhiran setelah mendapatkan tanggapan dari masyarakat akan dilaksanakan pada 27 Mei sampai 2 Juni mendatang. “Harapan kami pada pilpres Juli nanti, partisipasi masyarakat untuk memilih semakin meningkat dan tingkat angka kecurangan semakin diperkecil.”

Sementara itu, Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, menambahkan bahwa Daftar Pemilih pilpres dipastikan akan berubah dibandingkan dengan daftar pemilih pileg. “Hal ini disebabkan karena data kependudukan di masyarakat bersifat dinamis. Data DPT Pemilu akan segera diperbaharui. DPT Pemilu akan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pilpres.”

Nayodo menambahkan, daftar pemilih yang diverifikasi nanti adalah daftar pemilih terkini yang akan diserahkan oleh pemerintah daerah.

“Selain penambahan pemilih karena mereka yang sudah menikah, 17 tahun dan sebelumnya tidak terdaftar. Selain itu, tidak menutup kemungkinan KPU akan menemukan lagi sejumlah nama yang tidak ada pada tempatnya karena pindah ke tempat baru. Pemutakhiran tersebut akan dilakukan PPS (Panitia Pemungutan Suara),” pungkas Nayodo. (**)

Sabtu Pleno KPU Kotamobagu

nayodo

KOTAMOBAGU – Bila tidak aral melintang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu akan menggelar pleno rekapitulasi suara pemilihan umum legislatif (pileg).

Penegasan itu disampaikan Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, saat dikonfirmasi beberapa wartawan di kantornya, Kamis (17/04/14). Menurut Nayodo bila semua urusan ditingkat desa dan kecamatan sudah kelar, KPU Kotamobagu akan menggelar pleno.

“Karena itu diharapkan kepada seluruh penyelenggara ditingkat desa/kelurahan dan kecamatan untuk secepatnya memasukkan dokumen ke KPU,” tegas Nayodo.

Sementara itu, pantauan media ini kesibukan di kantor KPU Kotamobagu terlihat mulai meningkat. Ini lantaran masih ada beberapa panitia pemungutan suara (PPS) yang merekap kembali perolehan suara hasil pleno mereka ke dalam formulir DA-1 atau sertifikat.

“Kami harus mendampingi mereka, karena masih terjadi kejanggalan penjumlahan serta cara pengisian,” kata Nurcholis, salah seorang operator IT KPU Kotamobagu di sela-sela kesibukannya.

Bahkan Nurcholis tak menjamin perekapan ini bisa selesai dalam sehari, mengingat begitu banyak tabel yang harus diisi dan diteliti kembali. “Untuk kecamatan lainnya sudah sudah selesai, sekarang tinggal kecamatan Kotamobagu Utara yang sedang direkap di KPU Kotamobagu,” pungkas Nurcholis. (**)

Personil Keamanan KPU Ditambah

logistik

KOTAMOBAGU – Menjelang pelaksanaan pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu, pada Sabtu lusa, tingkat keamanan di kantor tersebut mulai diperketat.

“Apalagi logistik yang digunakan dan berisi surat suara hasil pemungutan suara 9 April lalu sudah tiba di kantor KPU Kotamobagu, jadi keamanan pun harus ditambah personilnya,” kata Agung Adati, sekretaris KPU Kotamobagu di ruang kerjanya, Kamis (17/04/14).

Agung menambahkan, memang pasca pemungutan suara 9 April lalu kesibukan KPU meningkat, ini ditambah begitu banyaknya warga yang ingin mendapat informasi perolehan suara di KPU Kotamobagu. “Nah, untuk berjaga-jaga dari berbagai kemungkinan, maka kami sudah meminta Polres Bolmong maupun Kodim untuk menambah personil ke KPU.”

Pantauan media ini, hingga Rabu malam baru logistik dari Kecamatan Kotamobagu Utara, Kotamobagu Selatan dan Kotamobagu Timur yang sudah masuk ke gudang dan ruangan lain di KPU Kotamobagu, sementara untuk Kotamobagu Barat masih menunggu penuntasan perekapan di tingkat kecamatan. (**)

KPPS Keluhkan Ribetnya Formulir Isian

agung

KOTAMOBAGU – Beberapa anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan bahkan panitia pemungutan suara (PPS) mengeluhkan ribetnya formulir yang wajib diisi pada pemilu legislatif (pileg) tahun ini.

“Selama saya menjadi KPPS dalam beberapa pemilu, baru sekarang ini begitu banyak lembaran yang harus diisi dan perlu ketelitian. Padahal pada pemilu-pemilu sebelumnya tidak seperti ini,” kata salah seorang anggota KPPS kepada media ini, Rabu (16/04/14).

Dia mengaku dirinya memang sudah mengikuti bimbingan teknis pemungutan dan penghitungan suara yang digelar oleh komisi pemilihan umum (KPU) Kotamobagu, tapi toh tetap saja bingung saat mengisi. “Apalagi saat pengisian formulir C1 misalnya, terpaksa harus dilakukan pada waktu yang sangat tidak produkstif untuk bekerja, dini hari. Itu lantaran lamanya waktu pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS).”

Menanggapi hal itu, Sekretaris KPU Kotamobagu, Agung Adati, mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan tugas kepada staf sekretariat untuk mem-back up kerja-kerja PPS di lapangan dan membaginya dalam empat wilayah sesuai kecamatan.

“Ini penting agar tidak ada persoalan dan kesalahan pengisian formulir sebelum diserahkan ke KPU. Memang, saya akui sendiri sangat banyak formulir yang harus diisi dan itu tidak mudah, musti harus teliti serta perlu bimbingan berulang-ulang.”

Yang pasti, kata Agung, pihaknya akan terus menunggu hingga penyusunan form tuntas. “KPU Kotamobagu belum akan melakukan pleno kalau semua dokumen tersebut belum rampung dan diisi,” pungkas Agung di ruang kerjanya. (**)

Jangan Lupa Laporan Dana Kampanye

aditya

KOTAMOBAGU – Untuk kesekian kalinya partai politik (parpol) peserta pemilu 2014 diingatkan untuk segera menyusun laporan dana kampanye (LDK) terakhir.

“Partai politik diharuskan menyerahkan LDK tahap III ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) maksimal 24 April 2014. KPU tidak akan memberikan toleransi waktu untuk revisi LDK III,” tegas Aditya Tegela, komisioner KPU Kotamobagu yang membidangi hukum dan pengawasan.

Menurut Aditya, sebagai edaran KPU RI, batas waktu pelaporan hingga kegiatan tanggal 17 April. Batas waktu penyerahan LDK hingga pukul 18.00 wita 24 April. “Dalam pelaporan dana kampanye tahap III nanti, Parpol tidak diberikan kesempatan revisi setelah 24 April. Untuk itu, kami mengimbau parpol agar segera menyerahkan LDK III sebelum 24 April.

Parpol yang tidak menyerahkan LDK III pada 24 April dipastikan akan dibatalkan pelantikannya bila terpilih dalam pemilihan legislatif (pileg). (**)